Published with Blogger-droid v1.7.4
Jumat, 26 Agustus 2011
jenis-jenis batrai dan cara perawatannya
Anda tentu kenal baterai Li -Ion
bukan ? Sebagian besar ponsel saat ini
memang menggunakan baterai Li -Ion
alias Lithium Ion . Sebenarnya, ada
jenis baterai lain yang pernah
digunakan pada peralatan elektronik
yaitu Nickel Cadmium ( NiCad), Nickel-
Metal Hydride (NiMH ) , dan Lithium-
Polymer (Li - Po).
Baterai NiCad
Baterai Nickel Cadmium ( NiCad) yang
diproduksi pertama kali tahun 1946,
merupakan baterai yang dibuat dari
campuran Nikel dan Cadmium .
Keunggulannya adalah ringan, lebih
awet , charging efisien , dan hambatan
internal yang kecil sehingga
tegangannya stabil. Tegangan baterai
NiCad adalah 1, 2 Volt, dengan
kecepatan penurunan energi 10% per
bulan. Dalam penggunaan sehari- hari,
baterai NiCad ini bisa diadu dengan
baterai alkalin . Kekurangan baterai
NiCad adalah biaya pembuatannya
mahal , kapasitas berkurang jika tidak
baterai dikosongkan (memory effect ),
dan tidak ramah lingkungan (beracun )
.
Baterai NiMH
Baterai Nickel- Metal Hydride (NiMH )
yang dikembangkan akhir tahun 1980
adalah pengembangan baterai NiCad
dengan kapasitas lebih besar dan
tidak menggunakan senyawa kimia
sehingga tidak berbahaya bagi
lingkungan . Dengan ukuran yang
sama , baterai NiMH berkapasitas 2 -3
kali lebih besar dibandingkan NiCad ,
dan memory effect sudah berkurang.
Tegangan baterai NiMH adalah 1 ,2 V
dengan kecepatan penurunan energi
30 % per bulan. Contoh Handphone :
Nokia 2110, Nokia 3110 , Siemens C 11,
Motorola D520 .
Lithium -ion ( Li-ion )
Baterai ini paling banyak digunakan
untuk perangkat elektronik karena
rasio energi dan berat paling baik,
tanpa memory effect (bisa di-charge
kapan saja), bentuk sangat fleksibel,
ringan , dan kehilangan daya saat
digunakan paling kecil. Ditemukan
pertama kali tahuan 1960 di Bell Labs.
Kekurangannya adalah umur pakainya
tergantung dari lama pembuatan dan
seringnya frekuensi di-charge .
Tegangan baterai Li -Ion ini adalah
3 ,6 /3 .7 V . Jika disimpan dalam kondisi
penuh , kecepatan penurunan
energinya adalah 5 % per bulan.
( Gbr Li -Ion .jpg )
Lithium -Polymer ( Li-Po )
Merupakan pengembangan dari Li -
Ion . Mulai digunakan untuk perangkat
elektronik sejak tahun 1996 , biaya
pembuatan Li -Po lebih murah
dibandingkan Li -Ion , dan lebih tahan
terhadap kerusakan fisik. Tegangan
baterai Li - Po adalah 3 ,7 V , dengan
kecepatan penurunan energi 5 % per
bulan. Kapasitas penyimpanan energi
Li - Po 20 % lebih tinggi dibanding Li -
Ion , 300 % lebih tinggi dibandingkan
daya simpan NiCad dan NiMH . Saat ini
jumlahnya belum sebanyak baterai Li -
Ion sehingga harga per unitnya juga
lebih mahal . Contoh handphone:
Samsung SGH-Z 170
Baterai Masa Depan
Sudah bukan rahasia lagi kalau energi
yang ada saat ini belum mampu
menyediakan kebutuhan energi yang
terus meningkat dari waktu ke waktu.
Padahal berbagai sumber energi yang
ada dan digunakan saat ini masih
dianggap belum sempurna . Li- ion
yang banyak digunakan pada baterai
handphone hanya bisa memberikan
daya sekitar 2 sampai 4 jam pada
laptop , atau 8 jam talktime – waktu
bicara - pada ponsel . Keadaan ini tidak
sebanding dengan kemajuan
teknologi informasi yang berkembang
dengan cepat , misalnya saja video call
pada teknologi 3G ataupun Video
Graphic Adapter ( VGA) pada komputer
yang semakin haus daya .
Para ilmuwan terus melakukan
penelitian demi mendapatkan
teknologi yang lebih efektif dan
efisien . Pengembangan energi -
baterai - sebenarnya tidak hanya
sebatas pada handphone saja namun
juga pada laptop dan perangkat
lainnya . Harapannya adalah teknologi
baterai terbaru dapat dipakai pada
semua perangkat yang ada saat ini.
Salahsatu di antaranya adalah
teknologi baterai dengan fuel cell .
Pada awalnya fuel cell dikembangkan
untuk pengganti bahan bakar fosil
yang persediaannya semakin menipis .
Namun seiring dengan
perkembangannya, fungsi fuel cell
pun turut dikembangkan . Saat ini ada
fuel cell yang dinamakan micro fuel
cell yang berfungsi sebagai sumber
energi perangkat elektronik seperti
ponsel dan komputer serta perangkat
lainnya yang membutuhkan bentuk
baterai lebih kecil dengan kekuatan
tidak terlalu besar. Salah satu micro
fuel cell yang berhasil dikembangkan
saat ini adalah buatan Samsung yang
mampu membuat laptop bekerja
selama 10 jam nonstop tanpa
recharging .
Fuel cell memiliki bahan dasar yang
beragam , ada yang menggunakan
kombinasi antara hidrogen dan
oksigen. Ada juga yang menggunakan
bahan dasar methanol . Selain bahan
dasar yang berbeda , kedua jenis fuel
cell tersebut memiliki kinerja dan
dampak yang berbeda juga. Di antara
kedua jenis fuel cell tersebut methanol
memiliki kinerja lebih baik, namun
methanol dapat menghasilkan residu
yang sangat berbahaya . Residu
tersebut menghasilkan gas karbon
yang dapat menimbulkan efek rumah
kaca . Sedangkan hidrogen yang tidak
memiliki kinerja sebaik methanol,
hanya mengeluarkan air (H 2 O )
sebagai residunya. Oleh sebab itu, fuel
cell hidrogen lah yang saat ini paling
banyak dikembangkan oleh para
ilmuwan karena dianggap lebih
ramah lingkungan .
Keberadaan fuel cell hidrogen sendiri
bukan tanpa kelemahan . Selain sulit
diperoleh, hidrogen yang sifatnya
sangat reaktif akan sangat mudah
meledak , sehingga untuk
menggunakannya pada perangkat
bergerak masih dianggap riskan. Para
ilmuwan kemudian mengembangkan
Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) ,
pada fuel cell jenis ini methanol
digunakan sebagai bahan bakar yang
direaksikan dengan air yang akan
menghasilkan hidrogen . Cara ini
dianggap lebih aman karena tidak
perlu membawa - bawa hidrogen ke
mana- mana. Metode ini juga belum
bisa dianggap sempurna karena ,
seperti yang sudah disebutkan di atas ,
reaksi hidrogen akan menghasilkan
karbon .
Namun karena kebutuhan akan energi
sudah mendesak maka sebelum
sumber energi ramah lingkungan
ditemukan , DMFC pun sudah mulai
diproduksi . Salah satu produsennya
adalah Casio , perusahaan yang
terkenal dengan jam tangan ini
berhasil membuat DMFC yang mampu
membuat laptop bekerja selama 20
jam tanpa recharging .
Awetkan Baterai Handphone
Berikut beberapa tip yang bisa
dijadikan referensi agar umur pakai
handphone menjadi lebih lama.
- Saat pengisian sebaiknya handphone
dalam keadaan mati. Apabila status
ponsel aktif selama charging ,
kemungkinan pengisian daya baterai
tidak akan pernah maksimal karena
selama handphone aktif akan
mengkonsumsi daya.
- Cabut segera bila baterai sudah
penuh . Jika aktivitas Anda tidak mau
terganggu dapat menggunakan
Battery Charge Controller, sebuah
komponen yang ditanam dalam
baterai untuk menghentikan proses
charging jika baterai telah penuh .
- Jangan terlalu sering melakukan
pengisian, usahakan pengisian hanya
dilakukan jika baterai benar-benar
lemah karena baterai mempunyai
umur pakai –lifetime - yang umumnya
400 - 500 kali charge dan lama tidaknya
waktu charging tidak akan
berpengaruh, jadi walaupun Anda
men -charge hanya dua menit atau
tiga jam akan dianggap satu kali
charge .
- Jika pengisian menggunakan aliran
listrik dari kendaraan – mobil- dapat
terjadi fluktuasi tegangan yang
disebabkan mati dan hidupnya mesin
yang dapat menyebabkan umur
baterai menjadi pendek.
- Tindakan lain yang bisa dilakukan
untuk memperpanjang umur baterai
handphone adalah menjauhkan
baterai dari panas dan dingin yang
ekstrim dan benda yang terbuat dari
logam yang mengandung medan
magnet.
Cara Lain Refill Baterai Handphone
Lagi kemping baterai ponsel abis?
Jangan bingung nyari sumber listrik.
Para ilmuwan dan perusahaan
pembuat baterai saat ini tengah
menguji coba sumber- sumber
alternatif yang dapat digunakan
sebagai sumber energi pengganti
batere konvensional.
USB
Perusahaan ponsel terbesar asal
Finlandia Nokia awal tahun 2007 ini
mengenalkan USB Nokia CA- 100 yang
merupakan charger baterai ponsel
yang pemakaiannya cukup
dikoneksikan ke port USB komputer
saja. Dengan begitu kita tidak usah
kesal lagi jika tidak tersedia colokan
listrik di kantor maupun di mall Anda
tetap dapat menggunakan laptop di
meja seraya mengisi baterai ponsel.
Angin
Profesor Shashank Priya, dari
Universitas Texas di Arlington ,
melakukan penelitian yang didanai
operator seluler asal Inggris, Orange.
Dari penelitian tersebut dihasilkan
Orange Mobile Wind Charger. Charger
tenaga angin yang dikembangkan
Orange ini terdiri dari turbin angin
seberat 150 gram . Turbin akan
menyimpan listrik yang dibangkitkan
dari tenaga angin ke dalam control
box. Kotak kontrol inilah yang bisa
digunakan untuk me- recharge ponsel
mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)